BAB I
PENDAHULUAN
A.
Perkembangan
Cloud Computing
Cloud computing telah berkembang
sejak tahun enam puluhan berdampingan dengan perkembangan internet dan web.
Internet lebih cepat berkembang karena perkembangan bandwidth yang semakin
besar. Perkembangan internet inilah yang menjadi pendorong berkembangnya
teknologi cloud computing.
Pada tahun di tahun 1999,
Salesforce.com menjadi pencetus pertama aplikasi perusahaan yang dijalankan
melalui internet. Selanjutnya diikuti oleh Amazon Web Services di tahun 2006
yang menggunakan teknologi Elastic Compute Cloud (EC2). Teknologi EC2
menyebabkan adanya situs layanan web yang dikomersialkan, sehingga memungkinkan
perusahaan kecil / individu untuk menyewa komputer atau server agar dapat
menjalankan aplikasi komputer mereka.
Di tahun 2009, Google memulai
menawarkan aplikasi berbasis browser melalui Google Appsnya, yang salah satunya
adalah Google Docs yang sering kita gunakan. Sampai saat ini, cloud computing
masih terus berkembang dengan pesat mengingat manfaatnya yang begitu besar jika
teknologi ini digunakan.
.
B.
Cloud computing dapat dibedakan menjadi
3, yaitu :
1. Public
cloud Sesuai dengan namanya, public cloud adalah penerapan cloud computing
untuk umum (publik).
2. Private
cloud Bertolak belakang dengan public cloud yang digunakan untuk umum, private
cloud digunakan secara pribadi (private) oleh perusahaan atau pengguna
tertentu.
3. Hybrid
cloud adalah penggabungan pemanfaatan public cloud dan private cloud oleh
pengguna. Sebagai contoh, sebuah perusahaan dapat menempatkan email mereka di
public cloud sekaligus di private cloud.
C.
Karakteristik Cloud Computing
1.
On-Demand Self-Services
Sebuah
layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui
mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan.
2.
Broad Network Access
Sebuah
layanan cloud computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan
alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan. Contoh HP, Tablet.
3.
Resource Pooling
Sebuah
layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber
daya secara efisien.
4.
Rapid Elasticity
Sebuah
layanan cloud computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan) kapasitas
sesuai kebutuhan.
5.
Measured Service
Sebuah
layanan cloud computing harus disediakan secara terukur, karena akan digunakan
dalam proses pembayaran.
D.
Cloud computing mempunyai 3 tingkatan layanan
1. Infrastructure
As A Service (IaaS)
Pengguna
dapat menggunakan fundamental computing resource seperti processing power,storage,
networking component. Pengguna diizinkan untuk menginstall aplikasi
sendiri,membuat firewall dan loadbalancer. contoh : IaaS yaitu Amazon Elastic
Computer Cloud
2. Platform
As A Service (PaaS)
Pengguna
dapat mengembangkan aplikasi menggunakan application framework atau aplikasi
engine yang disediakan oleh provider. Pengguna dapat leluasa mengontrol
aplikasi namun tidak dapat mengontrol sistem operasi, hardware atau network Contoh
: force.com dan Micrososft Azure Inverment
3. Software As A Service (SaaS)
Pengguna
dapat menggunakan aplikasi namun tidak dapat membuat aplikasi, tidak dapat
mengontrol sistem operasi, hardware dan network. Aplikasi ini dapat diakases
via web-browser atau web based interface. Contoh : DoogleDoc dan salesForce.
Secara universal cloud
computing memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan ketiga
teknologi sebelumnya yaitu:
1.
Grid Computing merupakan
metode komputasi dimana sebuah komputer raksasa virtual yang terdiri dari
beberapa komputer yang bekerja secara bersamaan melakukan komputasi. Contohnya
ada pada jaringan peer-to-peer atau SETI@home.
2.
Utility Computing merupakan
konsep komputasi dimana para client hanya membayar apa yang mereka pakai.
Contohnya seperti sistem penggunaan listrik dari PLN.
3.
Autonomic Computing
:
konsep dimana komputer beserta perangkat komputasinya memiliki kemampuan untuk
memperbaiki dirinya sendiri atau yang lebih dikenal dengan sebutan self-management.
Contohnya ada pada penggunaan harddisk server yang akan penuh dengan data.
Enam komponen penting
dari Cloud Computing, yaitu : Cloud Clients, Cloud Services,
Cloud
Application, Cloud Platform, Cloud
Storage, dan Cloud Infrastructure. Keunggulan yang
dimiliki oleh cloud computing yaitu : harganya yang murah, ramah
lingkungan, dan
lain-lain. Karena keunggulannya ini cloud computing banyak digunakan sebagai
konsep dasar oleh teknologi-teknologi masa kini, seperti VBLOCK
INFRASTRUCTURE PACKAGE,
IBM VMCONTROL, dan WINDOWS AZURE. Namun dibalik keunggulannya ini ada
kendala-kendala yang sering terjadi pada Cloud
computing
adalah service level, privacy, Compliance, data ownership, data mobility.
BAB II
INSTAL PROXMOX
A.
Pengenalan Proxmox
Proxmox VE (Virtual
Environment) adalah salah satu distro Linux dari basis Debian yang mempunyai
fungsi khusus sebagai virtualisasi baik appliance maupun operating system.
Proxmox berjalan dengan mode text, walaupun seperti itu Proxmox akan lebih
mudah dikonfigurasi melalui akses remote dengan web based.
B.
Kelebihan Proxmox
Proxmox ini memiliki
banyak kelebihan, antara lain :
1. Open
source, sehingga free untuk digunakan oleh siapapun.
2. Mudah
dalam instalasi dan konfigurasi.
3. Mendukung platform virtualisasi berbasis KVM
dan OpenVZ.
4. Mendukung berbagai format hardisk virtual.
5. Minimalis
dan power full dalam pemakaian memory karena hanya butuh sedikit memory
untuk menjalankan virtual server.
6. Mendukung
auto backup sesuai schedule yang ditentukan baik ke internal storage maupun
external storage.
7. Dapat
digunakan untuk Cluster dan High Avaliablity Server.
8. Mendukung
banyak model storage : LVM, iSCSI, Local Directory maupun NFS.
9. Sudah
mendukung Live Migration.
C.
Hal-hal yang harus diperhatikan mengenai
Proxmox antara lain :
1. Proxmox
hanya disediakan untuk mesin 64 bit sehingga tidak akan bisa berjalan pada
mesin 32 bit.
2. Pada
saat instalasi, Proxmox akan menghapus seluruh isi dari hardisk. Sehingga jika
hanya ingin melakukan percobaan gunakan hardisk yang kosong atau gunakan mesin
virtual juga.
3. Jika
ingin menggunakan KVM, Proxmox membutuhkan motherboard/CPU yang
mendukung teknologi virtualisasi yaitu
intel VT/AMD-V.
D.
Kebutuhan Hardware Untuk Proxmox
Kebutuhan spesifikasi
server pada dasarnya tergantung pada virtual server yang akan
digunakan. Semakin
tinggi spesifikasi yang akan dijalankan maka semakin tinggi juga
kebutuhan hardware yang
harus tersedia (mesin induk).
Spesifikasi minimal
pada server induk yang harus terpenuhi agar virtual server dapat
berjalan adalah :
1. Processor
Pentium 4, dan harus memiliki kemampuan 64 bit.
2. Jika akan menggunakan model full
virtualization CPU harus memiliki model motherboard intel VT (Virtualtation
Technology) atau AMD-V.
3. Memory
RAM minimal 1 GB.
4. Kapasitas
hardisk minimal 20 GB.
5. NIC (Network Interface Card)
E.
Langkah-langkah Instalasi Proxmox
dan ubuntu
Pada mesin virtualbox,
untuk membuat baru maka klik
Create New maka akan muncul kotak dialog seperti berikut, beri nama sesuai dengan keinginan
anda contoh name BelajarProxmox2,
lalu Pilih linux dan debian (64 bit) lalu klik next

Pilih memory sesuai
dengan kapasitas memori laptop anda lalu Klik next

Pilih create a virtual hard disk now lalu Klik next

Pilih VDI(Virtualbox Disk Image lalu klik next

Pilih Dynamic allocated lalu klik next

Kemudian Klik Create

Setelah selesai Membuat
mesin kemudian setting
mesin BelajarProxmox2 yang sudah dibuat tadi.

Pilih menu storage kemudian klik empty,pilih gambar CD room pilih
software proxmox yang dibutuhkan.

Maka akan mucul seperti kotak dialog di bawah ini

Pada menu Network, attachead to pilih Host Only Adapter lalu klik Ok

Setelah selesai jalankan mesin BelajarProxmox2 dengan klik Start

Muncul kotak dialog di bawah ini, klik menu device lalu pilih network
klik atau hapus tanda ceklis

Muncul kotak dialog lalu pada menu mechine pilih reset


Kemudian tekan Install
Proxmox VE tunggu hingga muncul kotak dialog, setelah muncul kotak dialog di
bawah ini klik I agree
Kemudian klik next

Setelah itu muncul kotak
dialog dibawah ini ketik Country dengan nama negara Indonesia, lalu next

Masukkan password sesuai
dengan keinginan anda lalu ketik email anda lalu klik next

Masukkan hostname
sesuai dengan kebutuhan dan IP addresnya
setelah selesai klik next

Tunggu proses instal
proxmox

Setelah itu muncul kotak dialog
dibawah ini kemudian ketik root dan pasword yang telah di buat

Sebelum menjalankan pada mozila setting IP addresnya pada
virtualboxnya
Untuk setting IP addresnya yaitu Klik Start
lalu pilih Computer

Kemudian pilih Network klik kanan pilih Propeties

Pilih change adapter setting

Maka akan mucul seperti ini, pilih Virtualbox Host only network klik
kanan propetis

Pilih Internet protocol version4
klik propeties

Setelah itu setting IP addresnya,setelah selesai setiing klik OK

Setelah itu Buka jendela browsernya (Mozila)
Pada mozila ketik https://192.168.56.101:8006/ lalu muncul kotak dialog user name ketik root dan
password sesuai dengan yang sudah dibuat lalu klik login

Setelah itu muncul tampilan seprti dibawah ini,pilih pve lalu pilih
createCT untuk membuat conener template klik 2 kali lalu pilih local (pve)
Pilih menu conten pilih upload untu membuat contener templete

Setelah itu pada content pilih
container templet masukkan template ubuntunya dengan memilih select file untuk
mencari simpan Ubuntunya
setelah itu klik upload

Setelah itu pada template isi hostname sesuai dengan keinginan anda
keemudian masukkan password setelah selesai klik next

Klik next

Klik next

Klik next

Klik finish

Tunggu sampai task ok

untuk menjalankan container klik start setelah OK klik
console tunggu hingga proses selesai

Pilih local-lvm lalu
klik Create CT

Isi hostname sesuai
dengan kebutuhan anda dan password sesuai dengan keinginan anda lalu klik next

Pada menu template
pilih template lalu masukkan ubuntu lalu klik next

Klik next

Klik next

Klik next

Klik next

Klik finish

Tunggu proses hingga
muncuk task OK. Lalu close

Untuk menjalankannya
ubuntunya klik 101 (yulia) lalu klik
start kemudian klik console kemudian masukan yulia login dengan ketik root dan Password
sesuai dengan yang sudah anda buat tadi pada Create CT.
